AADG (Ada Apa Dengan Gigi?)
Tahukah kamu?
Kenapa kita memiliki duapuluh gigi geraham, delapan gigi seri, dan empat gigi taring.
Ternyata pola makan kita ditentukan oleh pola gigi kita.
Duapuluh gigi geraham, digunakan untuk mengunyah makanan lunak, nasi, roti, gandum, dll. Manusia butuh banyak karbohidrat.
Delapan buah gigi seri, untuk memotong, menggigit buah-buahan dan makanan berserat lainnya. Manusia butuh vitamin, protein, dan mineral.
Cukup empat buah gigi taring, untuk mencabik daging. Manusia hanya butuh sedikit lemak.
Oleh karena itu, tubuh manusia membutuhhkan banyak karbohidrat, ditunjang pula dengan buah dan sayuran, dan sumber lemak yang jumlahnya tidak terlalu banyak.
(disimak dari majalah ibu-ibu)
Filofosi Jari
Jari, organ penting yang ada di tangan, yang telah berbuat banyak hal di setiap kehidupan manusia. Ternyata, jari kita ini, memiliki filosofi tersendiri. Tepatnya, filosofi tentang seorang pemimpin. Berikut ini, akan dipaparkan di bawah ini.
1. Ibu Jari
Seorang pemimpin harus seperti ibu jari.
Perhatikan saat tangan kita mengepal, ibu jari akan menekuk paling terakhir setelah memastikan jari-jari lainnya telah menekuk, sehingga dia akan mengunci sekaligus mengokohkan kepalan tangannya. Dan ketika tangan dibuka, ibu jari akan terbuka lebih dulu, untuk memastikan semua kondisi aman kemudian membiarkan jari-jari lainnya terbuka.
Seorang pemimpin harus melindungi anak buahnya.
2. Telunjuk
Seorang pemimpin harus seperti jari telunjuk.
Jari yang digunakan untuk menunjuk dan mengarahkan. Semua tujuan ditunjuk oleh jari telunjuk.
Seorang pemimpin harus bisa mengarahkan anak buahnya.
3. Jari Tengah
Seorang pemimpin harus seperti jari tengah.
Lihat posisi jari ini, terletak di tengah, tepat di antara emapt jari lainnya.
Seorang pemimpin harus bisa bersifat netral dan adil terhadap anak buahnya.
4. Jari Manis
Seorang pemimpin harus seperti jari manis.
Jari yang indah, mempesona, berkarakter. Jari yang biasa kita hias dengan cincin.
Seorang pemimpin harus menarik dan berkharisma, menampilkan sesuatu yang bisa membuat semua orang kagum.
5. Jari Kelingking
Seorang pemimpin harus seperti jari kelingking.
Jari yang biasa kita gunakan untuk “ngupil” atau mengorek kotoran di lubang hidung yang sempit.
Seorang pemimpin harus bisa mencari kesempatan, gebrakan, gagasan, keputusan, walaupun dalam kondisi yang sempit dan kurang memungkinkan.
Terimakasih atas perhatiannya.
(disimak dari pidato seorang sahabat ketika ada “tes pidato Bahasa Indonesia” saat kelas 1 SMA)
Internet dan Kantor
Alhamdulillah, saya sudah bekerja. Dan kebetulan di sana tersedia fasilitas internet. Saya pun bisa bebas mengakses internet bila sedang tidak ada kesibukkan. Tapi, yang mbikin kesel adalah server jaringan internet di sini sudah di-setting agar mem-blokir website-website yang sekiranya mengganggu produktivitas perusahaan.
But, there is no ivory without crack
Awalnya, saya masih menggunakan tools kecil untuk melolosi blokir-an dari kantor, seperti YourFreedom, FreeGate, UltraSurf, Toonel, dsb. Saya seneng bgt, karena bisa bebas internetan tanpa blokir. Tapi, tentunya saya tetap mampu membatasi diri, agar tetap mempriotaskan pekerjaan sebelum internet-an.
Tapi, perusahaan tempat saya bekerja memiliki tenaga IT yang ga sembarangan. Akhir-akhir ini, tool-tool kecil macam itu sudah tidak berkutik lagi dalam menembus blokir-an dari perusahaan. Dan saya pun, memiliki kesibukan yang cukup membuat saya jarang menyentuh komputer. Sehingga, aktivitas internet saya pun berkurang.
Namun, pernah sesekali juga membuka internet. Iseng-iseng baca artikel di indowebster tentang cara melolosi firewall kantor. Ternyata caranya ga begitu sulit.
Intinya, kita meng-akses suatu website menggunakan IP address (xxx.xxx.xxx.xxx), bukan nama domain (*.com, *.net *.org, dsb). Jadi, yang mesti kita ketahui adalah IP address dari suatu website. Caranya? Cukup ping aja website yang dituju lewat Run di Wind*ws. Masukin IP address itu ke address bar di browser kesayangan Anda. Dan terbuka lah tanpa “Access Denied”. Kebetulan, perusahaan saya mem-blokir indowebster.com, sehingga saya tidak bisa men-download apa aja dari situ.
Karena saya tidak pandai membuat tutorial, ini saya kasih link tutorialnya. Klik di sini
Selain cara itu, saya juga nyoba-nyoba pake webproxy, dan hasilnya…
Cukup sulit, karena hampir semua webproxy yang ada di dunia maya, sudah terlebih dahulu di-blokir oleh perusahaan. Sungguh tim IT yang hebat. (tanpa disadari, saya bercita-cita agar bisa menjadi bagian dari mereka, walaupun cuma modal dengkul).
Tapi, saya dapet saran dari teman saya, tepatnya senior saya. Ada beberapa webproxy yang ga diblok. Salah satunya web ini (makasih Pak YF, dah sering mbantu saya)
Ato gak, kita sebenernya juga bisa memanfaatkan google translator. Seolah-olah kita men-translate bahasa asing. Kadang-kadang cara ini cukup efektif untuk membaca artikel-artikel yang di-blokir, tapi ga begitu efektif buat web yang ada gambarnya.
Fuih, segitu dulu aja ya. Kapan-kapan kita sharing pengalaman lagi.
Wasalam.
Planning for My 4530
Seperti cerita saya di post sebelumnya, saya punya laptop, Acer Aspire 4530. Saya beli taun kemaren. Laptop saya kyknya dah agak kurang maksimal penggunaannya. Emang sih, dari awal tujuan utama beli ni laptop buat maen game. Tapi gara-gara salah manajemen file nya, jadi ribet buat ini buat itu. Rencananya, saya pengen install ulang ni laptop dan upgrade harware.
Maksimalkan Hardware
Kemaren, temen saya baru beli laptop, memorinya langsung dia tambahin ampe 4 GB. Karena mbikin ngiri, apalagi dollar lagi lemah, saya juga pengen nambahin jadi 4 GB, kapasitas memori maksimal yang di-support laptop saya. Upgrade ini juga dikarenakan tentang persiapan saya menghadapi era 64-bit (ceileh, krikitiiw).
Saya juga perlu hardisk eksternal buat backup data sekaligus buat pengganti flashdisk yang menurut saya udah ga menyanggupi hasrat saya.(lho, kok?!)
Maksimalkan Software
Belakangan ini, saya tertarik banget ama Linux, tentang Compiz-nya, kebal virus, open source, dan ga tau kenapa kyknya pengguna Linux punya aura yang beda denganluar biasa dibandingkan pengguna Wind*ws. Apalagi, saya belum pernah sekalipun menggunakan Wind*ws yang legal (kasian Micros*ft).
Tapi, saya masih ga bisa lepas dari wind*ws. Yang mbikin saya ga bisa ninggalin itu, adalah dukungan game-game terkini. Namun, hal ini juga didukung dengan banyaknya virus yang cocok dengan wind*ws, yang mbikin saya ragu buat make wind*ws.
Oleh karena itu……
Saya mau install dua buah OS, Linux dan Wind*ws. Linux untuk penggunaan sehari-hari, Wind*ws hanya dipakai untuk bermain game.
Distro Linux yang saya pilih adalah Ubuntu, selain populer juga karena tersedia banyak dukungan maupun tutorial di internet. Target saya, Ubuntu 9.10.
Wind*ws yang saya pilih adalah Wind*ws 7. Terbaru dan ngedukung Dir*ctX10, yang “katanya” mbikin grafik lebih OK. Dikarenakan hanya untuk maen game, maka saya milih Wind*ws 7 yang udah di-modif biar enteng. Target saya, Wind*ws 7 64-bit Slim Edition.
Segitu aja, tapi baru planning buat dua bulan ke depan.
(Buat temen-temen, jangan ditiru ya kelakuanku ini ya, tetap gunakan produk legal)
Komputer di kehidupan saya
Fuih,
Laptop udah bukan barang gaya2an ataupun barangnya orang kantoran (jangan ngeres). Maksudnya, sekarang laptop, seenggaknya udah jadi kebutuhan bwt saya…
Generasi Nol
Masih inget saya, dengan laptop kantor yang dibawa bapak saya, 6 atau 7 tahun yang lalu. Layarnya item-putih, mereknya klo ga salah IBM, trus saya juga masih inget, saya rela ga tidur, buat ngliatin bapak saya kerja make Microsoft Excel mbikin tabel-tabel gitu. Saya sih waktu itu belom tau apa-apa.
Saya juga inget, waktu itu saya dengan antusias ngliatin bapak saya maen game “Minesweeper”, juga “Lost Your Marble”
Generasi Satu
Bis itu, waktu saya kelas 6 SD, bapak saya mbeliin komputer yang ga bisa dibandingin dengan kompi jaman sekarang. Tapi, saya seneng nya luar biasa, ada game Tarzan, VirtuaCop, Daytona USA, dan The House of the Dead. Tapi game yang saya sebut terakhir, cuma dimainin satu kali ama kakak saya, gara-gara mengira “Uninstall” juga termasuk sebuah game.(Haduuuh…) Dan ampe hampir 5 tahun, tuh kompi nemenin keluarga saya. Ngetik, maen game, ngerjain tugas, dan lain-lain. Padahal, saat itu Pentium 4 dah keluar. Mbikin saya ngiri ama komputer temen2 dan juga mbikin kerja keras bwt maksimalkan tuh kompi. Udah belasan kali tuh komputer rusak, tapi itu mbikin saya banyak belajar tentang trouble shouting komputer. Spek nya klo ga salah inget :
-Pentium MMX 333 Mhz (Parah, kecepatan nya hampir sama kayak hape saya)
-Ram 64 MB (bayangkan, betapa sabarnya saya)
-VGA share 4 MB (hahahaha, tetapi saat itu saya menikmatinya)
-Hardisk 20 GB (dulu dah termasuk gede, sekarang dah dianggap ga ada)
Sungguh, masa-masa itu ga mungkin saya lupain. Banyak pengalaman bersama komputer itu saya lewati selama saya remaja.
Sekarang, tuh komputer dah gak tau kemana.
Generasi Dua
Bapak saya dapet laptop dari kantor, lumayan bagus pentium 4. Waktu itu saya kelas 2 SMA, kadang-kadang suka saya bawa ke sekolah buat ngerjain tugas. Ni laptop, cukup membantu tugas-tugas saya dan kakak2 saya. Sekaligus mbikin seneng, karena banyak game bisa dimaenin di situ, ga kayak komputer pertama saya.
Sekarang, tuh laptop mengalami kerusakan di hardisknya. Udah diganti, dan mesti install ulang, tapi CD-ROM nya rusak. Sampe sekarang, tuh laptop sedang dalam rencana service CDROM.
Generasi Tiga
Kakak saya masuk kuliah, dia beli komputer bwt sendiri. Lumayan bagus, Saya ga begitu sering make, soalnya kakak saya sibuk juga dengan tuh komputer. Untung Laptop Generasi Dua belum rusak saat itu.
Generasi Empat
Fuih, ga terasa waktu berjalan meninggalkan masa lalu. Saya udah hampir ninggalin masa remaja saya. Dan saya putuskan untuk membeli laptop untuk penggunaan pribadi. Ni laptop, yang nemenin saya mbikin blog ini. Udah genap setahuan, saya ditemenin laptop ini. Sangat membantu perkerjaan saya. Kerja, kuliah, ataupun sekedar refreshing.
Alhamdulillah,
Allah ngasih saya hal-hal itu. Membuat saya dapat berusaha menjadi sedikit berguna. Walaupun kadang-kadang khilaf pun datang tiba-tiba. Mungkin di belahan dunia lain, jangankan untuk memiliki komputer, memikirkan makanan hari ini pun sulit.
Teguran tersendiri buat kita semua, syukuri semua rahmat-Nya.
Terimakasih ya Allah, atas segala karunia-Mu. Ampuni dosa hamba-Mu ini yang sering lupa pada-Mu.
Bekerja, Belajar, dan Bercinta
Fuih, begini nasib klo dah punya calon serius, trus lulus sekolah menengah, langsung terjun ke dunia kerja. Padahal umur masih muda kala itu. Ga lanjut ke perguruan tinggi kayak kebanyakan temen seangkatan saya.
Trus, gara-gara ngliat cewek saya kuliah, saya jadi kepengen. Ga pengen dong, misal istri sarjana tapi suami lulusan SMA. Maka, mulailah saya mencoba kuliah. Saya pengen mengejar mimpi saya yang dulu.
Ternyata bekerja, belajar, dan bercinta pun bisa saya jalani hampir satu tahun ini. Hasilnya? Sumpah, capek “nol koma enam” hidup (mendekati “setengah” mati).
But, life is struggle isnt it?
And it’s impossible without sacrifice…
Sebenernya gampang, kl kata “5 cm”-nya Donny Dhirgantoro…(bukan 5 kilometer ataupun 5 nanometer)
“Cuma kaki yang akan berjalan lebih jauh dari biasanya,tangan yang akan berbuat lebih banyak dari biasanya, mata yang akan menatap lebih lama dari biasanya, leher yang akan lebih sering melihat keatas, lapisan tekad yang seribu kali lebih keras dari baja ,hati yang akan bekerja lebih keras dari biasanya,serta mulut yang akan selalu berdoa”.
Apalagi “Laskar Pelangi”-nya Andrea Hirata mbikin saya ga boleh nyerah dan ga mau kalah ama bocah pesisir yang naek sepeda puluhan kilometer biar bisa ikut belajar di sekolah bobrok.
Tapi, saya yakin, semua pasti bisa.
Workhard, Playhard, and Prayhard
Blog Pertama?
Ga tau pengen nulis apa. Saya cuma ga nyangka klo bakal mbikin blog. Mungkin gara-gara ngliat temen pada mbikin blog, eh malah ikut-ikutan. Hmm, mudah-mudahan saya ga termakan trend ng-blog. Tapi saya cuma pengen berbagi pengalaman hidup dan pengetahuan. Because, knowledge is for everyone, isnt it?
Jadi, hari ini, Rabu, 13 Oktober 2009, dengan ini blog “Kardus Bekas” saya resmikan. (prook prook prook)
Secarik Pesan